Rental Office Jakarta Masih Dikuasai Oleh CBD

Rental Office Jakarta Masih Kuasa Oleh CBD

JAKARTA Pertumbuhan pasokan rental office di kawasan central business district (CBD) diproyeksikan mencapai 180.000 rn2 hingga akhir tahun ini, lebih tinggi dibandingkan dengan kawasan non-CBD yang diperkirakan berkisar 75.000-80.000 rn2.  Seorang pakar ahli mengatakan perusahaan yang bergerak di sektor minyak dan gas bumi, keuangan, asuransi serta perbankan merupakan penggerak utama penyerapan Rental Office Jakarta di kawasan CBD.

“Sepanjang kuartal terakhir tahun lalu hampir tidak ada pasokan baru rental office yang masuk di kawasan CBD, sementara kawasan non-CBD perkantoran baru terbangun mencapai 37.800 m2″ ujarnya. Diperkirakan permintaan rental office di kawaan CBD tetap tinggi dibandingkan dengan non-CBD, jika melihat indikator angka penyerapan sepanjang kurtal I tahun ini yang mencapai 64.800 m. Dari survei sepanjang kuartal 1/2010, pasokan rental office di Jakarta meningkat 4,11 juta rn2, sementara tingkat penyerapannya naik 8,2% dibandingkan dengan kuartal IV/2009.

“Sejalan dengan membaiknya sentimen bisnis dan kondisi ekonomi, aktivitas sewa-menyewa terlihat lebih aktif. Selain dari perusahaan yang melakukan ekspansi dan relokasi, juga berasal dari perusahaan-perusahaan baru,” ungkapnya.

Biaya tambahan

Sementara itu, harga sewa rental office di Jakarta diproyeksikan naik dipicu biaya tambahan atau service charge yang akan bertambah 6%-7% seiring penaikan tarif dasar listrik (TDL) sebesar 10% mulai pertengahan tahun ini.  “Kenaikan TDL tentu akan mendorong service charge, kalau pengaruhnya secara overall pada gross rental perkiraan kita tidak lebih dari 5%. Melihat kebutuhan perkantoran yang terus berkembang, kenaikan itu tidak akan memberi pengaruh besar, paling hanya kenaikan biaya operasional,” jelasnya.

Diperkirakan penaikan harga sewa tersebut tidak akan berpengaruh pada penyerapan rental office di Jakarta sepanjang tahun ini yang tingkat hunian diperkirakan mencapai 90% di penghujung 20ip. Sementara itu, seorang pakar menyatakan proyeksi kenaikan service charge rental office tersebut masih dalam batas wajar, sehingga tidak akan mengganggu permintaan. Meski demikian, dia menjelaskan rental office yang memiliki sumber energi cadangan dipastikan tidak akan menaikkan biaya tambahan terlalu tinggi, dibandingkan dengan rental office yang tidak memiliki cadangan energi (buffer).

Berdasarkan data Bank Indonesia, optimisme pasar perkantoran terus meningkat berdasarkan proyeksi pertumbuhan ekonomi 5,5%-6% tahun ini dan 6%-6.5% pada 2011. Selain itu, faktor pendorong lainnya seperti volume perdagangan dunia yang semakin luas di negara kawasan Asia dan menguatnya konsumsi rumah tangga yang mendorong stabilitas daya beli dan tingkat kepercayaan konsumen.