Permintaan Rental Office di CDB Naik Dua Kali Lipat

Permintaan Rental Office Jakarta di CBD Naik Dua Kali Lipat

Ekonomi Makro yang terus membaik membawa pengaruh positif pada sektor properti dan konstruksi. Para pengembang mulai agresif membangun proyek properti, baik skala menengah maupun besar. Lokasinya merata di berbagai kota besar di Indonesia. Berdasarkan data penelitian, proyek konstruksi properti tahun ini diperkirakan meningkat dibandingkan 2009. Sejumlah proyek konstruksi yang tersebar di Jabodetabek, Bandung, Bengkulu, Padang, Solo, Surabaya, Makassar, dan Samarinda, siap dibangun. Di antaranya proyek apartemen, mal, ruko, gedung perkantoran, dan mixed use development.

Seorang pakar ahli, mengungkapkan, beberapa pengembang yang dihubungi mengkonfirmasi bahwa proyek properti mereka akan segera dibangun tahun ini. Sekarang proyek-proyek tersebut dalam tahap development design. “Namun, banyak juga dari mereka yang sudah menunjuk kontraktor utama,” kata nya. Menurutnya, dari lokasi proyek-proyek konstruksi tahun ini Jabodetabek masih mendominasi. Sementara proyek hotel bintang dua dan tiga lebih banyak berada di daerah karena potensinya besar. Dan, proyek ruko atau ritel, yang biasanya tumbuh di kawasan perumahan, banyak ditemui di sejumlah kota besar di Indonesia.

Finansial kuat

Proyek-proyek konstruksi itu dilaksanakan oleh swasta maupun Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Di Jakarta, perusahaan kontraktor swasta dan BUMN sama-sama bersaing. Sedangkan di daerah, pelaksana proyek lebih didominasi oleh perusahaan kontraktor BUMN. Kontraktor ini juga membangun sejumlah proyek skala menengah dan besar, baik di Jakarta maupun di daerah. Menurut seorang pakar, tahun ini diperkirakan ada kenaikan proyek konstruksi properti. Karena itu, pihaknya menargetkan pertumbuhan yang lebih besar dibandingkan tahun lalu.

Untung

Seorang Ahli menuturkan, kontraktor BUMN memiliki keunggulan dalam jaringannya yang luas hingga ke daerah-daerah karena mereka memiliki kantor cabang. Jaringan yang luas ini akan memudahkan untuk mendapatkan proyek di daerah. Selain itu, mereka juga memiliki pendanaan yang lebih baik. Jika kontraktor swasta akan berpikir sebelum mengikuti tender proyek di daerah, kontraktor BUMN tidak terlalu memikirkannya.

Kontraktor BUMN lain bahkan membukukan keuntungan sampai Rp 163 miliar pada tahun lalu. Tahun ini, ia menargetkan keuntungan sebesar Rp 358,6 miliar. Menurutnya kinerjanya selama lima tahun terakhir terus membukukan kinerja yang kuat dan mampu meraih kontrak-kontrak bernilai besar, baik konstruksi maupun infrastruktur. Sehingga perseroan mampu mempertahankan tingkat pertumbuhan di kisaran 20-30 persen per tahun.

Maraknya pembangunan konstruksi terlihat dari munculnya banyak bangunan perkantoran baru. Seperti yang telah disampaikan bahwa subsektor komersial, khususnya gedung perkantoran akan menambah pasokan-pasokan baru di pasar. Dalam dua tahun terakhir, menurutnya, para pengembang agresif membangun gedung-gedung perkantoran, baik di central business district (CBD) maupun non-CBD. Tahun ini permintaan gedung perkantoran khusus di CBD naik dua kali lipat dibandingkan tahun lalu.”Proyek-proyek perkantoran baru akan terus bermunculan, terutama di kawasan non-CBD sebab angka permintaannya memang tinggi,” ujarnya.